diriku yang periang..
kini hanya tinggal kenangan..
sebenarnya aku tak ingin mengecewakan mereka dengan perubahan sikapku yang drastis ini..
tapi kenyataannya sikapku sudah berubah 180 derajat
hari-hari pun kulalui dengan hampa..
aku belum bisa bangkit dari keterpurukan yang sungguh menyakitkan ini..
2 bulan sudah berlalu sejak dia meninggalkan diriku..
kini akupun sudah mulai bisa bersandiwara seakan-akan aku sudah kembali menjadi diriku yang dikenal sebagai pribadi yang periang..
aku sudah mulai bercanda kembali dengan dia..
hingga tiba saat dimana aku tau kenyataan yang sedang terjadi..
yaitu ketika aku mengetahui bahwa dia sedang mencintai orang lain..
cemburu..
amarah..
iri..
bingung..
semua campur aduk menjadi satu sehingga menciptakan sebuah sikap yang spontan..
mulai saat itu..
aku berjanji tidak akan mengganggu hubungannya..
sehingga diriku dan dia sudah tidak pernah berbicara sama sekali..
aku selalu mencoba untuk mengalihkan mata, telinga, dan pikiran tentangnya..
mencoba untuk berpikir positif..
mungkin memang Tuhan belum mengijinkan aku untuk bisa bersamanya..
atau mungkin Tuhan merencanakan sesuatu yang lebih indah..
mungkin jika orang lain yang berada dalam posisi ku saat ini..
mungkin mereka akan..
menyiksa tubuh sendiri dengan sayatan-sayatan dikulit..
atau..
jika mereka sudah benar-benar tidak dapat berpikir dengan akal sehat lagi..
mungkin orang itu sudah meng-akhiri hidupnya sendiri..
tapi tidak demikian dengan diriku..
aku bersyukur karena masih bisa berpikir dengan akal sehat..
yang aku lakukan adalah..
ketika aku sholat tahajjud aku selalu mendoakan yang terbaik untuk dirinya..
..TUHAN..
..lindungilah dia dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab..
..biarkanlah dia bahagia dengannya..
..dengan orang yang telah mendapatkan hati tulusnya..
..TUHAN..
..biarkanlah perasaanku terhadap dia mati perlahan diterpa kenyataan pahit ini..
..aku hanya ingin melihatnya bahagia..
..meski bahagianya bukan dengan ku..


0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.