Sunday, April 19, 2020 0 comments

Kosong

                Senja itu saat terakhir kalinya aku menatap wajahmu, sepintas aku melihat sebuah kesedihan. Entah hal apa yang tega menyakiti hati makhluk seindah dirimu. Ingin aku menanyakan hal ini langsung kepadamu, namun aku tersadar bahwa diriku sudah tidak memiliki hak untuk menanyakan keadaanmu. Terlebih setelah semua yang telah aku perbuat terhadapmu beberapa tahun lalu. Ya, aku kini hanyalah serpihan kecil dari bagian masa lalumu yang mungkin sudah benar-benar hilang dari ingatanmu. Meskipun cukup banyak tanya yang menumpuk didalam pikiranku, aku pun memilih untuk tetap terdiam dengan sesekali mencuri pandang kepadamu dan membiarkan diri ini larut bersama dengan sinar mentari di senja itu.
                Matahari pun semakin berlari ke ufuk barat untuk menyembunyikan sinarnya sehingga langit mulai menghitam. Aku hanya duduk termenung dalam kesepian. Semua kenangan-kenangan saat bersamamu semakin tak terbendung lagi dan memaksaku untuk larut kedalamnya. Aku teringat saat Tuhan mempertemukan kita di suatu sekolah. Aku juga teringat saat senyummu mampu membius diri ini untuk pertama kalinya. Sebuah senyum yang membuatku terus memikirkanmu, bahkan hingga saat ini. Sebuah senyum darimu mampu mencuri hatiku dari seseorang yang sangat aku dambakan sebelumnya. Teringat semua kenangan-kenangan manis saat kamu dan aku menjadi kita. Teringat setiap detil percakapan kita. Dan aku teringat dengan hadiah yang kamu berikan padaku yang hingga detik ini masih tersimpan rapih dikamarku.
                Semakin aku berontak untuk melawan kenangan ini malah membuatku menjadi semakin larut kedalamnya. Namun yang terlintas kali ini adalah saat dirimu memutuskan untuk meninggalkanku. Aku sangat terpukul dengan keputusanmu tersebut. Memang, kesalahan bodoh dari dirikulah yang menyebabkanmu pergi. Sejak saat itu duniaku yang sebelumnya penuh warna dan keceriaan seketika berubah menjadi kelam. Jiwaku terasa seperti mati dan aku merasa seperti bukanlah aku yang biasanya. Semua yang aku jalanin sudah tidak sama seperti dulu lagi. aku membunuh jiwaku dengn paksa dan menggantinya dengan jiwa yang sangat dingin. Aku yang baru ini tidak dapat merasakan hangatnya kebersamaan lagi. Canda dan tawaku terasa begitu hambar. Aku membunuh semua perasaan bahagia dalam tubuh ini sehingga hanya kabut kelam yang tersisa didalam hati.
“You turn my whole life so blue, drowning me so deep. I just can't reach my self again.”
                Jiwaku yang dingin inilah yang yang menemani hari-hariku. Aku menjadi tidak pernah lagi berharap pada orang lain. Bahkan aku juga menjadi sangat tidak perduli dengan orang lain dan apa yang mereka katakan.
Friday, April 17, 2020 0 comments

Comeback is Real!


                Hai! Tepat 16 April kemarin usia gue genap 25 tahun. Iya gue tau usia 25 tahun itu bisa dibilang udah gak muda lagi buat sebagian orang, tapi justru di tahun ini banyak turn over yang benar-benar merubah hidup gue. Dua tahun terakhir gue harus berkutat sama penyakit yang Alhamdulillah jadi sebuah “sentilan” kecil dari Yang Kuasa ke gue. Puncaknya ketika gue harus memutuskan untuk gak lanjutin kuliah yang selama ini gue bangga-in ke kalian semua. Selama gue vakum dari blog ini juga udah banyak kisah-kisah dari kehidupan percintaan gue yang mana nih ya terlalu banyak banget drama di dalemnya. Hahaha memang sih dari dulu hidup gue udah banyak dramanya. Nah gue janji bakal buat lanjutin lagi blog yang udah nemenin gue dari kelas 1 SMA dong, yaitu tepatnya pas tahun 2012. Gilak kan? Ini blog udah 1 windu cuy ternyata!

                Oh iya, ada banyak sebenernya yang gue harapin di tahun ini, terutama semoga wabah virus yang lagi ramai ini cepat selesai. Supaya keadaan balik normal lagi. Jujur, gue juga udah mulai bosan harus diem di rumah tiap hari kaya gini, gak bisa pergi kemana-mana kaya biasanya. Apalagi banyak orang-orang yang jadi kehilangan pekerjaan karena kondisi yang lagi kaya gini. Bentar lagi juga udah mau masuk bulan Ramadhan, agak gak biasa aja kan puasa dengan kondisi begini. Nanti gak ada lagi perang sarung tiap kali pulang sholat tarawih. Gak ada lagi yang keliling bangunin sahur. Masa iya, udah gaada yang bangunin sahur di HP sejak tahun lalu trus harus kehilangan warga yang biasa keliling bangunin sahur juga? *eh
Yaudah mungkin segini dulu buat sekarang. Ya ibaratnya ini jadi postingan pembuka setelah 4 tahun vakum dari blog ini. Bye!


 
;